6 REFLEKSI PERNIKAHAN DALAM K-DRAMA QUEEN OF TEARS

Jika teman-teman melihat sebuah film/drama, pernikahan seringkali dikisahkan sebagai hal yang membahagiakan dan indah. Adegan pernikahan merupakan perfect happy ending yang selalu diharapkan oleh penonton. Namun hal ini tidak terjadi dalam K-Drama Queen of Tears. Baru saja tayang episode 1, penonton dibuat terkejut saat Baek Hyun Woo ingin menceraikan istrinya, Hong Hae In.

Sebagai penonton, tentu saja saya merasa heran sekaligus penasaran. Kenapa Hyun Woo ingin bercerai? Secara kasat mata, kehidupan pernikahan mereka terlihat baik-baik saja. Mereka tidak kekurangan finansial, lebih malah. Karir bagus, keluarga konglomerat terpandang, dan semuanya tercukupi. 

Di episode-episode selanjutnya diceritakanlah sedikit demi sedikit apa yang terjadi pada rumah tangga mereka. Dari sinilah saya memahami dan belajar bahwa kehidupan pernikahan sangatlah kompleks. Dua orang yang menikah memang membutuhkan rasa cinta, namun cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan pernikahan. Apalagi jika seiring dengan berjalannya waktu, rasa cinta pada pasangan sedikit demi sedikit mulai padam. Singkatnya, K-Drama Queen of Tears menampilkan sisi lain dari kehidupan pernikahan yang indah dan membahagiakan.

Berikut ulasan refleksi pernikahan yang saya pelajari setelah menonton Queen of Tears.

  • Menikahlah dengan pasangan yang setara

Ketika memilih pasangan, cinta dan ketertarikan saja nyatanya tidak cukup. Kalau dalam suku jawa istilahnya "Bibit, Bebet, dan Bobot" juga menentukan saat memilih pasangan hidup. 

*Bibit terkait dengan latar belakang calon pasangan, seperti status sosial, dan baik buruknya garis keturunan. Bebet terkait dengan tingkat ekonomi seseorang. Serta bobot terkait dengan sifat, karakter, dan pencapaian yang diraih pasangan.

Dari drama ini bisa diambil pelajaran betapa pentingnya memilih pasangan yang setara. Pernikahan Hyunwoo dan Haein tidak disukai oleh ibu Haein karena Hyunwoo bukan berasal dari keluarga yang setara ekonominya dengan keluarga Haein. Hal ini menyebabkan Hyunwoo tidak memiliki power dalam mengatur kehidupan rumah tangganya, yang berakibat keberadaannya tidak dihargai mertua dan adik iparnya.

Dalam perspektif saya, sebenarnya keluarga Hyunwoo juga termasuk keluarga kaya raya namun dengan level yang berbeda. Kekayaan keluarga Hyunwoo dalam level kaya di perdesaan, sedangkan kekayaan keluarga Haein levelnya di negara (konglomerat). Meski Hyunwoo sangat unggul dari segi bibit dan bobot, namun ia masih belum terlihat setara di mata keluarga Haein.

Hal inilah yang menjadi penyebab utama Hyunwoo ingin menceraikan Haein. Sekeras apapun Hyunwoo bekerja keras mengurus berbagai masalah di perusahaan Haein dan menjadi menantu yang kompeten, tetap saja keluarga Haein tidak menganggap penting keberadaannya. Hyunwoo mengalami depresi, ia ingin hidup bahagia tanpa dibelenggu keluarga besar Haein. Perceraian ialah jalan satu-satunya ia bisa keluar dari keluarga tersebut.

  • Jalin komunikasi yang aktif dengan pasangan

Pernikahan tidak menjamin adanya kelancaran komunikasi antara pasangan suami dan istri. Meski telah tinggal dan hidup bersama dalam satu rumah, nyatanya apabila komunikasi tidak dibangun dengan intens maka kesalahpahaman akan sering terjadi. 

Kehidupan rumah tangga Haein dan Hyunwoo contohnya. Meski telah menikah selama 3 tahun, akan tetapi pasangan suami istri ini kerap mengalami miskomunikasi dalam hal apa pun, mulai dari pekerjaan hingga kehidupan pribadi. Hal ini diperparah dengan perbedaan kepribadian mereka, Haein yang bersikap dingin dan memiliki gengsi yang tinggi, serta Hyunwoo yang sulit bersikap terbuka dengan Haein.

Dari mereka saya belajar bahwa sikap saling terbuka terhadap perasaan masing-masing sangat diperlukan agar hubungan pernikahan bisa terjaga dengan baik. Apabila kita merasa tidak nyaman dengan perilaku pasangan, komunikasikan agar pasangan tau dan berintrospeksi diri. Begitu pula apabila kita merasa bahagia atas apa yang pasangan lakukan, berikan apresiasi. Komunikasi antar suami dan istri harus terus terjalin demi terhindar dari kesalahpahaman.

Serta ingatlah selalu bahwa "Komunikasi adalah kunci utama berhasil atau gagalnya sebuah hubungan".

  • Menikahi pasangan = menikahi keluarganya

Pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang menjadi suami istri, tetapi juga menyatukan dua keluarga yang berbeda latar belakang, tradisi, dan nilai-nilai menjadi satu keluarga. Tentu saja hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan baru. Hal ini terjadi pada Hyunwoo, karena ia tinggal di keluarga Haein maka ia harus mengikuti keseluruhan tradisi dalam keluarga ini. 

Perlakuan yang berbeda dalam keluarga mertua diceritakan dengan gamblang dalam drama ini. Meski telah berusaha menjadi menantu yang kompeten, nyatanya ada saja kurangnya Hyunwoo di mata keluarga besar Haein. Hal ini berbanding terbalik dengan Haein, ia diperlakukan sangat baik oleh keluarga mertuanya. Meski Haein tidak melakukan banyak hal untuk keluarga besar Hyunwoo.

Realitanya, menikah dengan orang yang berbeda latar belakang memang tidak mudah. Tapi hal ini bisa dihadapi asal suami istri saling melindungi. Terbukti, walau Haein terlihat 'dingin' dan Hyunwoo yang terlihat cuek, tapi mereka selalu berada di garda terdepan melindungi pasangannya.

  • Belajar terbuka pada pasangan dan memahami perasaan satu sama lain
"dalam hubungan apapun, perang dimulai karena komunikasi yang buruk." 
- Ayah Hyunwoo -

Bagi saya, perjalanan cintanya Hyunwoo dan Haein dari awal kenalan hingga menikah sangat manis. Mereka berdua menikah karena sama-sama cinta dan bucin, dua-duanya effort banget buat mempertahankan hubungan. Tapi setelah melalui 3 tahun pernikahan, hubungan mereka merenggang dan berujung Hyunwoo ingin bercerai.

Pasca pernikahan mereka saling lupa untuk memupuk cinta tersebut. Komunikasinya sangat buruk karena mempertahankan gengsi dan ego masing-masing, sehingga sering kali terjadi miskomunikasi yang berakibat pada konflik. Adanya konflik-konflik kecil yang tidak terselesaikan, terakumulasi menjadi konflik besar sehingga hubungan keduanya perlahan mulai menjauh karena merasa muak. 

Sebenarnya mereka ingin lebih dekat, namun hubungan mereka sudah terlanjur buruk. Padahal masalahnya bisa mereda kalau dikomunikasikan, tapi mereka lebih memilih diam dan mempertahankan dengan persepsi masing-masing. Gemes banget gak sih?

Ya memang, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan. Dibutuhkan komunikasi, bersedia saling mengerti, saling mengandalkan dan menghormati pasangan, bersedia bekerja sama antar pasangan, saling berusaha menyelesaikan konflik, dan kemauan untuk bertahan dalam menghadapi segala dinamika dalam kehidupan rumah tangga.

  • Pasangan terbaik adalah ia yang selalu ada di sisi kita
"Bagiku, cinta bukan tentang melakukan sesuatu yang hebat, tapi tetap berada di sisi seseorang, apa pun yang terjadi".
- Hong Haein -

Kehidupan pernikahan Baek Hyunwoo dan Hong Haein mengajarkan kita bahwa tidak ada  pernikahan yang sempurna. Hong Haein meski ia terlihat dingin dan terkesan tidak peduli dengan Hyunwoo, tapi ternyata cintanya pada Hyunwoo tidak berubah sedikit pun. Sedangkan Baek Hyunwoo meski terlihat sosok suami yang green flags, akan tetapi ia turut memperumit hubungan rumah tangga mereka.

Berbaik sangkalah. Adakalanya cobaan yang datang tidak hanya menguji kita, namun mengajarkan dan merubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Hal ini sangat relevan pada pasangan Hyunwoo - Haein. Titik balik dari hubungan pernikahan mereka terjadi ketika mereka mengalami kondisi krisis. Haein divonis kanker otak, surat perceraian sudah sampai di pengadilan, perusahaan Haein direbut, dan keluarga besar Haein di usir dari rumah. Namun siapa sangka, dalam kondisi seperti itu justru semakin mendekatkan hubungan Haein dan Hyunwoo, serta mereka berdua pun menjadi lebih dekat dengan keluarga besar masing-masing. 

Meski Haein dan Hyunwoo telah bercerai, akan tetapi Hyunwoo tetap berada di sisi Haein. Ia tidak lantas menutup mata ketika kondisi Haein dan keluarganya terpuruk. Justru Hyunwoo berjuang membantu Haein untuk sembuh dan berusaha mengembalikan kondisi keluarganya. Kisah mereka mengajarkan bahwa pasangan terbaik adalah mereka yag selalu hadir dan mau meluluhkan ego untuk orang terkasih. Mereka selalu hadir dan bersama-sama melalui  kondisi senang, sedih, dan terpuruk.

"Menenangkan rasanya ketika kita punya seseorang yang ada di sisi kita, dan dapat diandalkan buat 'mengayuh' bersama". 
- Baek Hyunwoo -
  • Cinta sejati adalah tentang penerimaan dan pemaafan

Pelajaran terakhir dari K-Drama Queen of Tears adalah konsep cinta sejati (true love) dalam pernikahan bukan hanya tentang cinta yang selalu membara, bertubi-tubi ujaran kasih sayang, dan perilaku manis yang bertahan lama. Cinta dalam hubungan pernikahan adakalanya mengalami naik dan turun.

Cinta sejatinya adalah penerimaan dan pemaafan sepanjang masa. Pernikahan menyatukan dua individu yang berbeda, maka tidak heran proses mengenal dan memahami sifat serta perilaku pasangan dilakukan seumur hidup. Adakalanya pasangan melakukan kesalahan sehingga kita merasa kesal, itu hal yang wajar. Selama kesalahan yang dilakukan tidak mencederai komitmen pernikahan.

Kisah cinta Baek Hyunwoo dan Hong Haein bukanlah panduan bagi penonton untuk mendapat kebahagiaan dalam hubungan pernikahan. Akan tetapi, dari mereka kita belajar bahwa saat terjadi masa-masa sulit dalam pernikahan dan ingin menyerah, ingatlah momen awal ketika jatuh cinta dengan pasangan dan belajar untuk saling merefleksi serta mencintai kembali dari hal-hal terkecil.

"Pernikahan itu artinya kita satu tim di atas bahtera yang sama. Kalau kamu tenggelam, kita akan tenggelam bersama."  
- Baek Hyunwoo -

Comments