PEJUANG TIKET KERETA LOKAL


Menunggu memang membosankan. Tidak ada seseorang pun yg suka menunggu. Termasuk aku. Sudah 3 tahun lamanya aku merantau di kota Malang, selama itu pula aku senantiasa menunggu antrian untuk menikmati fasilitas transportasi kereta api. Ibarat pepatah "ada banyak jalan menuju Roma" pepatah ini memang sepadan dengan "ada banyak jalan menuju Malang. Jarak dari kota kelahiranku dan kota Malang sangat dekat, sekitar 2 jam bila ditempuh menggunakan jalur darat. Ada berbagai macam transportasi yg bisa digunakan menuju ke Malang, diantaranya mobil, motor, kereta dan Bis. Dari berbagai macam transportasi yg digunakan, aku konsisten menggunakan kereta. Untuk naik bis saja sudah terhitung 2 kali selama aku kuliah.


Menggunakan transportasi kereta memang menyenangkan. Selain bisa mengenal orang2 baru dari berbagai daerah, pemandangan yg disuguhkan dari luar jendela kereta sangatlah menakjubkan. Sepanjang perjalanan menuju Malang, terhampar sawah yg hijau, sungai yg mengalir dg deras, serta berbagai ladang bunga mawar, tebu, jagung, dan pohon jati. Menariknya, ketika waktu naik keretanya sore, kita disuguhkan penorama langit yg mempesona. Gradasi warna oranye, kuning, dan merah tampak menghiasi langit dengan cantiknya. Karenanya, menaiki kereta merupakan sensasi tersendiri bagiku.


Ditengah berbagai sensasi yg ditawarkan, menggunakan kereta bagi sebagian orang dianggap merepotkan. Karena sebelum menikmati fasilitas ini, kita diharuskan untuk memesan tiket terlebih dahulu serta dipesan dari jauh2 hari. Proses untuk mendapatkan tiket ini pun tidaklah mudah, pembeli harus mengantri selama beberapa jam demi mendapatkan tiket dengan tempat duduk. Jika tidak mengantri tiket jauh-jauh hari, dengan terpaksa penumpang kehilangan hak menggunakan tempat duduk. Biasanya, ketika aku tidak mendapatkan tempat duduk, aku pun rela untuk berdiri di depan toilet kereta. Sangat tidak nyaman memang, namun bagi aku yg mabuk darat ketika menaiki bis, duduk di depan toilet kereta lebih baik daripada duduk nyama di dalam bis. Karenanya, meskipun terbilang penuh dengan perjuangan, aku pun enjoy saja ketika melakukannya.


Saat ini aku sedang duduk di depan loket pemesanan tiket kereta api, sudah berjam-jam aku duduk disini. Aku pun sudah menunggu dari jam 10.00 WIB-13.30 WIB. Aku pun sudah menunggu sebanyak 200 lebih antrian. Perjuangan banget yaa. Wkwk. Yah, inilah salah satu sensasinya naik kereta. Nggak afdhol rasanya jika tidak mengantri selama berjam-jam.

Apa aja yg aku lakuin selama ngantri itu?

Hmm, pertama-tama pas nyampai stasiun ya ambil antrian dan formulir pemesanan tiket. Setelah itu, aku biasa cari sarapan di dekat stasiun. Habis sarapan udah deh main hape, buka segala sosmed sampai bosen. Pas waktu dhuhur, sholat dulu di musholla stasiun. Habis sholat udah deh nunggu lagi, lihat-lihat orang berlalu lalang dan aktivitas loket penjualan tiket yg selalu ramai.


Finally, akhirnya dapet juga tiket setelah ngantri dari pagi. Saran buat kamu yg mau ngantri tiket, siapin alat tempur kebosanan kamu. Kalau biasanya aku pakek playlist di hapeku yg khusus isinya lagu-lagu favoritku. Kamu juga bisa menyiapkan novel, cerita wattpad, vlog, dsb buat meminimalisir kebosanan.


Malang, 11 Maret 2017

Comments